Tampilkan postingan dengan label ppg sm3t. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ppg sm3t. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2018


Putri Fisika dan Putra Sosiologi Juara I Terompah Panjang

Makassar, (Humas Asrama PPG SM-3T VI UNM) - Tim Putri (Pi) Fisika dan Tim Putra (Pa) Sosiologi berhasil meraih juara I pada permainan tradisional, lomba terompah panjang antarprodi PPG SM-3T VI UNM. Kegiatan yang digelar Sabtu pagi (14/07/18) di pelataran Rusunawa UNM, Tidung, Makassar ini memacu adrenalin setiap peserta lomba untuk menjadi pemenang.  

Tidak mudah bagi kedua tim untuk keluar sebagai pemenang. Dalam babak final, Pi Fisika bersaing ketat dengan Pi Ppkn. Meski sempat didahului oleh Pi Ppkn, Pi Fisika keluar sebagai pemenang berkat semangat dan kekompakan tim yang terdiri atas empat orang per tim tersebut. Sementara itu, Pa Sosiologi yang berlomba dengan Pa Bahasa Indonesia sempat tertinggal jauh. Namun, keajaiban terjadi sesaat sebelum sampai pada garis finis. Kedua tim terjatuh. Namun, Pa Sosiologi lebih cepat bangkit dan tiba di garis finis.

Kemenangan Pi Fisika ini sangat berkesan bagi mereka. Pasalnya, selama mengikuti perlombaan keasramaan, mereka belum pernah menjadi juara I. Selain itu, lomba ini juga melatih kemampuan sosial mereka sebagai calon guru profesional dalam membangun kerja sama antartim.

“Lomba Terompah panjang ini sangat berkesan bagi kami karena juara I yang kami raih ini adalah kali pertama dalam kelas kami. Namun, yang lebih penting dari itu adalah pelajaran yang dapat kami peroleh dari lomba ini. Di dalam lomba ini kita ditempa untuk membangun kerjasama yang baik dalam tim dalam menghadapi ketatnya persaingan. Untuk membangun kerja sama yang baik, dibutuhkan visi yang sama, kerja keras, saling percaya, dan tentunya bahu membahu,”. ujar Nirma dengan raut wajah penuh bahagia.

====
Penulis :
Irmawati, S.Pd

Editor :
Muhamad Suman, S.Pd









Porseni PPG SM-3T VI UNM Resmi Dibuka

Makassar, (Humas Asrama PPG SM-3T VI UNM) - Mahasiswa PPG SM-3T VI UNM menggelar pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PPG SM-3T VI UNM di halaman Rusunawa UNM, Tidung, Makassar.

Porseni bertema “Merangkai Raga, Menyemai Karya, Terbentuknya Guru Berkarakter” dihadiri oleh Direktur P3G dan jajarannya beserta seluruh mahasiswa PPG SM-3T VI UNM. Seluruh peserta berbaris berdasarkan program studi masing-masing lengkap dengan seragam, bendera, dan atribut lainnya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama satu pekan ke depan sejak tanggal 14 hingga 20 Juli 2018. Sebanyak empat belas cabang perlombaan akan memeriahkan porseni kali ini yang terbagi ke dalam sembilan cabang olahraga dan lima cabang seni. Perlombaan dalam cabang olahraga meliputi lomba terompah panjang, tarik tambang, lari karung, futsal, voli, tenis meja, bulu tangkis, dan takraw. Sementara itu, lomba cabang seni meliputi cipta puisi, baca puisi, vokal grup, tari tradisional, dan parodi.

“Ajang ini merupakan ajang untuk semakin mempererat tali silaturahmi antarpeserta PPG SM-3T Angkatan 6 melalui interaksi-interaksi di lapangan,” papar Aksajayadi, S. Pd. dalam laporannya selaku ketua panitia.

Andi M. Arif Rahman Jihad, S. Pd., Camat PPG SM-3T VI UNM, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar mencari siapa yang terbaik, tetapi juga untuk menjalin kebersamaan antarpeserta PPG SM-3T VI UNM.

“Saya sampaikan kepada teman-temanku sekalian bahwa dalam kegiatan ini, kita bukan hanya sekedar mencari  siapa yang terbaik, tapi lebih menekankan kepada kebersamaan kita. Dan saya yakin teman-teman sekalian insyaallah profesional dalam menjalin hubungan di asrama.”

Sambutan selanjutnya oleh Direktur P3G, Prof. Dr. H. Ramli, Umar, M. Si.. Beliau  mengimbau seluruh kepada seluruh mahasiswa PPG SM-3T VI UNM untuk tetap optimis menjadi juara dalam pertandingan yang diikuti.

“Sebagai peserta, tidak bisa hanya dijalankan begitu saja. tapi, harus ngotot sebagai juara. Kalau ada potensi di bidang itu, saya harapkan supaya betul-betul ditunjukkan. Jika saja keinginannya untuk mencapai tujuan sudah luar biasa, tapi tapi di dalam perjalanan belum sampai juara mengalami kekalahan, kita harus mengakui bahwa masih ada yang lebih baik dari saya. Itulah sebenarnya yang dimaksud semangat sportivitas.”

Sebelum menutup sambutannya, Prof. Ramli juga memaparkan bahwa keseluruhan kegiatan ini sebagai bekal menuju guru profesional.

“Suatu ketika nanti di sekolah mana pun Ananda berada, Ananda akan menyelenggarakan kegiatan olahraga dan seni agar rasa sportivitas itu muncul pada anak didik. Sportivitas itu penting karena untuk meraih prestasi atau juara harus diperjuangkan, harus diupayakan. Tapi, hasil akhir dari upaya yang dilakukan harus diterima.”

Sambutan Direktur P3G dirangkaikan dengan pemukulan bola voli sebagai tanda dibukanya porseni PPG SM-3T VI UNM.

====
Penulis :
Irmawati, S.Pd

Editor :
Muhamad Suman, S.Pd

Selasa, 13 Maret 2018

Jurusan Matematika Berbenah Menghadapi Ujian Kompetensi Mahasiswa.



 
Makassar, (Humas Asrama PPG SM3T UNM VI)-Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Makassar (UNM) Angkatan VI,  Prodi Matematika yang berjumlah dua puluh (20) orang terus berbenah menghadapi Ujian Kompetensi Mahasiswa (UKM ) dengan kegiatan  Belajar Kelompok Sabtu (13/03/2018) di Asrama PPG, Jl. Emy Saelan 03 Makassar.

Hasil pantauan Humas, Belajar Kelompok Jurusan Matematika  diikuti sekitar tiga 13 orang dan waktunya tiga kali satu minggu. Setelah  workshop di Kampus dan ada waktu kosong ketika di Asrama, langsung diisi untuk belajar kelompok dan hal itu merupakan hasil kesepakatan bersama. ternyata sebelum proses workshop dimulai mereka sudah mulai belajar kelompoknya. "belajar kelompok dimulai setelah 2 minggu masuk Asrama, sebelum mulai Workshop di Kampus,” Tutur Aris selaku ketua tingkat.

Semangat mereka yang menggebu-gebu sebagai bentuk merespon persantase kelulusan jurusan matematika angkatan sebelumnya bisa dikategorikan sangat rendah. Sehingga berawal dari melihat realitas tersebut, mereka berniat, bertekat, yaitu keinginan untuk lulus 100 % Ujian Kompetensi Mahasiswa, intinya lebih baik dari angkatan sebelumnya. "belajar kelompok untuk memperdalam ilmu dalam rangka menghadapi UKM, harapan 100% lulus," Ujar Aris.
 
Dalam proses Belajar Kelompok mereka sama-sama bekerja menyelesaikan soal yang ada, mahasiswa yang kemampuannya masih rendah, mereka sama-sama membimbing, menuntun, dan saling melengkapi kekurangan yang ada, sehingga kemampuannya yang masih kurang bisa meningkat. 

Belajar Kelompok sangat penting untuk semua Mahasiswa PPG SM3T LPTK UNM Angkatan VI,  salah satu instrumen untuk menambah khazanah pengetahuan, belajar untuk berbagi, belajar menghargai, menuntun, dan membimbing sesama.   

Proses tersebut akan berbanding lurus dengan hasil yang akan dicapai, hasil biasanya tidak menghianati proses dan konsekuensi logisnya  juga peningkatan Kompetensi dan predikat Guru Profesional bisa tercapai.
 
Aris selaku ketua tingkat Jurusan  Matematika mengatakan Kadang memulai sesuatu lebih mudah dari pada mempertahankannya, belajar kelompok harus membumi di Asrama dan harus semangat  merawat  keberlansungannya demi kelulusan nantinya. 

“Alhamdulillah sampan sejauh ini Jurusan Matematika masih tetap semangat, caranya semua tugas kegiatan Workshop harus selesai  di Workshop dan di Asrama harus belajar dan belajar,” Jelasnya.

//Humas Asrama PPG SM3T LPTK UNM//



Penulis :

Muhamad Suman, S.Pd






Minggu, 11 Maret 2018

Latihan Perdana Sastra Menelisik Realita.




Makassar, (Humas Asrama PPG SM3T UNM VI) - Mahasiswa PPG SM3T UNM Angkatan VI dalam hal ini Divisi Sastra mengadakan latihan perdana pementasan Teater pada sabtu, (10/3/2018) di Asrama Mahasiswa PPG, Teater yang  akan dipentaskan tentang realitas Indonesia zaman now.

Latihan  teater digagas oleh Divisi Sastra yang diangkat dari keresahan atas realitas yang terjadi, begitu banyak polemik yang dipertontonkan, disuguhkan oleh penguasa di bumi nusantara saat ini.
 
Dalam sesi latihan, sekitar 10 (sepuluh) orang yang dilatih kesiapan mereka untuk pementasan nantinya. Ada yang menjadi pemeran utama dan sebagai pemeran pembantu. semua anggota yang terlibat kelihatan antusias dan menunjukan kebolehan masing-masing sesuai dengan skenario yang ada.

Sastra menelisik realitas merupakan instrumen untuk mengkritisi, mengkaji apa yang terjadi,  Arus perkembangan zaman yang terus menerobos sendi-sendi kehidupan sosial, menjadi masyarakat tidak memiliki pijakan yang kuat ketika melangkah.

"Masyarakat saat ini terpengaruh oleh perkembangan zaman sehingga tidak memiliki pendirian dan kehilangan arah,  hilang harga diri," tutur Arifin selaku ketua Divisi Sastra.

Lanjut Arifin, mengatakan "Pementasan rencananya akan dipersembahkan akhir bulan ini, adapun tujuannya untuk membuka mata hati kita semua melihat apa yang terjadi di negeri yang penuh dramatisasi,” Jelasnya.

Jadi, layak ditunggu tanggal mainya, dijamin akan menghibur dan bermanfaat untuk saya, kamu, kalian dan kita semua. 

#Humas Asrama PPG SM3T UNM#

Penulis : 
Muhamad Suman.

Editor : 
Akrima Dewi.



Jumat, 09 Maret 2018

Selamat Hari Perempuan Internasional, Perempuan di Era Zaman Now




Setiap tanggal 8 (delapan) Maret tercatat dalam sejarah, diperingati sebagai hari Perempuan Internasional. Momentum bagi kaum Perempuan merefleksikan diri untuk aksi kedepannya. Semua Perempuan menyuarakan isu yang sama tentang kesetaraan Sehingga Perempuan menjadi sosok yang menarik untuk diperbincangkan, terutama dalam konteks  gender.

Gender tentunya berkaitan dengan kedudukan, peran dan pembagian kerja antara laki-laki dan Perempuan sesuai dengan sifatnya, dalam hal ini hasil konstruksi sosial sesuai dengan konteks budaya bukan yang bersifat kodrati (ciptaan Tuhan) seperti jenis kelamin, Perempuan bisa melahirkan sedangkan laki-laki tidak bisa.

Paradigma Masyarakat Perempuan identik dengan feminim, inferior, dan lain-lain, sebaliknya laki-laki identik dengan maskulin, superior. Adanya subordinasi, pelabelan, adat istiadat yang berkembang merupakan hasil konstruksi social Masyarakat membuat Perempuan merasa termarjinalkan atau dinomorduakan.

Dewasa ini begitu banyak Perempuan yang menyuarakan kesetaraan haknya dengan laki-laki. Menuntut diberikan ruang untuk berkarya di arena publik seperti Pendidikan, Sosial, Ekonomi, dan Politik. Persoalan ini kalau kita menengok sejarah, sebenarnya potret Perempuan hari ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan masa lalu. dulu Perempuan hanya bekerja di ruang domestik identik dengan kasur, sumur, dapur. Misalnya Paradigma Masyarakat bahwa “Perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, toh nantinya akan kembali juga masuk dapur” sedangkan sekarang sudah banyak yang berkiprah di ruang publik.

Faktanya menunjukan tidak sedikit Perempuan yang sekolah bahkan menjadi Akademisi (dosen), bertarung di panggung Politik (politisi), bekerja sebagai Pengusaha, pekerja-pekerja sosial dan di sektor-sektor lain. Realitas tersebut mengindikasikan paradigma Masyarakat tentang Perempuan sudah berubah seiring perkembangan zaman . Perempuan yang bekerja di ruang publik sebenarnya sangat bagus salah satunya untuk menambah penghasilan keluarga tapi jangan sampai melupakan dirinya.

Menurut hemat pribadi, Perempuan seharusnya disamping menuntut kesetaraan gender, sebuah kewajiban juga untuk tidak melupakan dirinya sebagai sosok "Ibu". Mengapa saya mengatakan demikian, fenomena-fenomena yang sering kita temui salah satunya di keluarga. Wanita karir sering kali lupa untuk mendidik anaknya, minimnya senTuhan afeksi (kasih sayang) untuk perkembangan karekter anaknya, melayani Suaminya (imam) sebagai wujud ketaatan perintah Agama, apalagi urusan dapur Sudah pasti terbelangkai, dengan alasan klasik sibuk dengan urusan pekerjaan.

Bahkan sering kita mendengar di media sosial pemicu keratakan rumah tangga yang berujung perceraian. Penyebabnya, seorang Istri yang bekerja sebagai Wanita karir apalagi ketika gajinya seorang Istri lebih tinggi dari pada Suami. Biasa Istri menceraikan Suaminya karena sudah merasa lebih superior dan bisa menafkahi dirinya sendiri.

Bagi kaum Perempuan yang terdidik, boleh menjadi Wanita karir tapi harus tetap memiliki landasan dalam berpikir, berpijak dan bertindak sesuai yang termaktub dalam ajaran Agama khususnya dalam Islam mengajarkan “laki-laki itu imam dan Perempuan itu makmum”. Pada intinya Perempuan harus memiliki dasar yang kuat tentang dirinya sesuai ajaran agama sebelum memilih untuk berkarya di ruang publik.  Ingat “Bebas tapi tidak kebablasan”.

Tulisan ini bukan untuk menyudutkan kaum Perempuan tapi sebagai bentuk saling mengingat dalam hal kebaikan. (selamat hari Perempuan internasional).

Catatan refleksi semata tanpa menjastis sesama.
Penulis : Muhamad Suman, S.Pd.




Jumat, 02 Maret 2018

(Puisi) Aku, Dia dan Ketidakpastian "Part 1", Karya : Arham N.H.

Aku, Dia dan ketidakpastian “part 1”
Karya : Arham Nur Hidayat




Ku’terbangun dengan sentuhan udara pagi
Melirik cahaya mentari
Aliran air suci  masih membekas dipipiku
Ku’berjalan dengan turunan anak tangga tak berujung
Sampai ku’terlelap dalam kebingungan
Ku’menatap wajah dengan senyuman di meja makan
Alur pemikiran ketidakpastian menusuk detakan jantung
Dia, Aku, terbalut ketidakpastian………..
To be continue……….

Makassar,  2 Maret 2018


PPG SM3T VI 2018
Program Studi Sosiologi
Universitas Negeri Makassar